#7 Demam Intan Melanda

Wanita Indonesia, March 5, 2007

Sekali Take Langsung Jadi

Hampir seluruh pemain Intan adalah bintang-bintang baru, antara lain Naysilla Mirdad, Dude Harlino dan Rama Michael. Doddy Djanas, sutradara Intan mengaku tidak mengalami kesulitan ketika mengarahkan mereka berakting. ”Bakat mereka luar biasa. Sangat gampang mengarahkan mereka. Otak mereka sangat encer, 4 halaman pun dimakan, nggak perlu Take berulang-ulang,” jelas pria ini. Doddy terkadang memarahi juga jika mereka dirasa tak berakting semaksimal mungkin. “Biasanya saya motivasi mereka dengan semangat”. “Kita syuting dari pagi sampai malam. Ngapain capek-capek kalau tidak ada hasilnya?” “Alhamdulillah, setelah saya motivasi, mereka semangat kembali,” Celotehnya.

Mengapa Intan menjadi tiba-tiba memikat pencinta sinetron? Semua tak lepas dari jalan cerita yang berliku tentang seorang wanita muda yang lugu, baik, dan tak pernah putus asa, meski harus membesarkan bayi laki-laki, setelah ditinggal mati suaminya.

Kisah intan makin menggemaskan saat tokoh mertua Intan yang diperankan Meriam Bellina begitu melekat. Sosok ibu mertua yang galak, cerewet, egois, panikan, sesungguhnya adalah wanita yang sensitif. Belum lagi tokoh-tokoh lainnya yang juga memiliki karakter lain yang sama memikatnya.

Jika kini sinetron Intan mendulang sukses dan berada di rating atas, tentu tak lepas dari hasil kerja semua pemain yang sudah bekerja keras. “Alhamdulillah. Ini sebuah pekerjaan dan aku mengerjakannya dengan professional. Apapun hasilnya, terserah orang mau nilai apa. Yang pasti, dengan rating yang bagus, itu menjadi motivasi sendiri ke depan, bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” ungkap Dude Harlino yang kini makin disayang para ibu karena perannya sebagai Rado, kekasih Intan.

Dude mengaku ia enjoy menjalani perannya ini. Bahkan ia sudah menganggap lokasi syuting Intan adalah rumah keduanya. Hubungan pemain dengan para kru semua berjalan baik. “Aku selalu berusaha berkomunikasi. Agar kalau sedang berakting, tidak ada beban dan penghalang antara aku, pemain lain dan crew. Alhamdulillah, sampai saat ini, aku tidak mengalami kesulitan berakting. Mungkin karena mempunyai niat untuk membangun Intan, menjadi sebuah tontonan yang baik,” urainya.

Intan kini menduduki top ten, bahkan pernah mencapai puncak rating sinetron. “Alhamdulillah. Saya tidak menyangka, Intan mempunyai rating bagus. Suatu berkah bagi saya, karena jam 6 sore bukanlah jam bagus untuk menayangkan sebuah sinetron. Saya sangat senang, berarti ceritanya bagus, pemainnya juga berkualitas. Akhirnya, apa yang kita kerjakan selama ini dihargai oleh banyak pihak” Ujar Doddy lagi.

Tak Perlu Tetes Mata Lagi

Ditayangkan setiap sore di layar kaca, otomatis membuat syuting Intan tiada henti. Sistem kejar tayang pun tak bisa dihindari para pemain. Tak heran Naysilla, yang berperan sebagai Intan sempat mengalami flu berat dan demam. Dalam kondisi sakit Nay sempat bersikeras syuting, karena tak ingin menumpuk scene. Namun Doddy sebagai sutradara memerintahkan Nay untuk pulang beristirahat. “Biarlah saya ngutang 3-4 scene, tapi besoknya bisa ditebus oleh Nay, tentunya dengan kondisi badan yang lebih fit,” ungkap Doddy mengemukakan alasannya.

“Sempat kecewa juga disuruh pulang sama Oom Doddy (Sutradara). Aduh, kenapa sih dipulangin? Kataku waktu itu. Tapi setelah aku istirahat, benar juga ya. Besoknya aku bangun sudah dengan kondisi badan yang lebih fit,” ungkap putri pasangan Lydia Kandou dan Jamal Mirdad ini. Nay juga pernah merasakan jenuh karena setiap hari syuting. “Sering aku berpikir “kapan ya selesainya?”, tapi nggak lama aku sadar. Banyak orang yang kesusahan mencari pekerjaan. Kenapa aku mengeluh? Padahal, aku sudah dapat pekerjaan yang menyenangkan. Setelah itu, aku tidak pernah jenuh lagi,” ucapnya.

Bagi Nay, setiap hari syuting justru jadi menyenangkan sekaligus mendapat pelajaran baru dari para senior, seperti Meriam Bellina, Nani Wijaya, dan Anwar Fuadi. “Mereka itu senior hebat. Awalnya aku minder. “Aduh, gue bisa nggak ya?” Nanti malah malu-maluin lagi. Tapi, aku bersyukur diberi dukungan orang tua dan keluarga. “Nay, kamu pasti bisa. Kamu pasti bisa”. Dan akhirnya aku terus mencoba berusaha dengan semaksimal mungkin.” Jelasnya.

Kedekatan satu dengan yang lainnya di lokasi syuting, juga dirasakan oleh Ninok Wiryono. Berperan sebagai Kasih, ibu biologis Intan, membuat Ninok yang awalnya tak bisa menangis kini justru sering menangis. Ninok mengaku banyak terinspirasi dari Nay. “Terus terang aku bangga bermain dengan Nay yang penuh bakat itu. Anak itu gampang sekali nangisnya, aku aja belajar dari dia. Sekarang kalau lihat tokoh Intan, saya langsung nangis. Di awal sutradara sampai kesulitan menyuruh aku nangis. Soalnya kita kan nggak pakai tetes mata. Jadi yang harus benar-benar nangis. Kalau belum dapat ya mesti nunggu sampai keluar dengan sendirinya, “ Kata Nino.

Mengeksplor Karakter

Awalnya, Doddy mengaku sulit membentuk ciri khas masing-masing peran dalam sinetron ini. “Pembentukan karakter memang sulit, bagaimana seharusnya karakter Intan, Rado, Romi, dan Jamie. Karena untuk menyesuaikan diri mereka ke karakter yang ada. Tapi itu awalnya saja sih, seterusnya nggak ada,” urai Doddy yang bertanggung jawab penuh terhadap acting para pemain.

Rama Michael, pemeran Romi juga merasakan hal yang sama saat peran itu dimainkannya. Namun kini ia merasa senang karena tokoh Romi juga banyak dikenal dan disenangi pencinta sinetron. “Alhamdulillah, eksplor karakter Romi bahan-bahannya banyak. Sutradara menginginkan karakter Romi yang nakal, ngak punya aturan tapi sebenarnya sangat mencintai keluarganya, tergali dengan baik. Di lokasi syuting aku banyak belajar pada Oom Doddy, Mbak Mer, Om Anwar,” ujar Rama dengan senyum bangga.

“Saat kita mulai syuting-syuting yang dipikirkan adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik. Karakter Romi saya gali terus dan akhirnya Intan booming. Penonton menyukai semua karakter yang ada di Intan termasuk Romi juga. Orang-orang memang mengenal saya sebagai Romi. Romi-Romi. Saya sangat bahagia, karena Intan mendapat tempat di hati masyarakat,” timpal Rama.

Peran Rado yang diperankan Dude pun juga dirasa sulit pada awalnya. Namun setelah beberapa kali episode, Dude pun memahami karakter peran yang dibawakannya. “Rado itu orangnya egois, mau menang sendiri. Ketika bertemu Intan, Rado berubah. Intan mengubah hidupnya. Ia bisa mencintai. Lebih menghargai pendapat orang lain, bisa lebih sabar saat mendapat masalah. Walaupun Intan telah mempunyai anak, Rado jatuh cinta, dan berencana untuk menikah dengannya. Bagi Rado, Intan adalah perempuan yang sangat unik. Dia belum pernah menemukan orang seperti Intan dalam hidupnya,” Ungkap Dude menjabarkan karakter Rado.

Lantas bagaimana dengan kisah akhir Intan nanti?
“Saya nggak tahu endingnya kayak gimana. Setiap hari, kalau terima naskah, crew langsung baca. Kemana nih larinya cerita ini? Sebenarnya, kita sama dengan penonton, tidak tahu bagaimana akhirnya. Penasaran kan? Tonton terus ya? Hahaha ….,” urainya, tertawa.

Naysilla Mirdad
Hidup Sehat Agar Tetap Syuting

Di Intan, suara Naysilla terdengar seperti anak kecil dan manja. Sepintas seperti dibuat-buat. Namun gadis ini mengatakan memang itulah suara aslinya. “Kayak anak kecil ya? Ha ha ha… iya, ini emang suara asliku. Pengin sih punya suara yang agak ngebas, Cuma tidak sesuai dengan mukaku (Nay langsung mengeluarkan suara yang berat, hingga terdengar). Emang begini suaranya, mau diapain lagi? Hehehe,” tawanya lepas.
Selain Intan, Naysilla telah bermain di beberapa sinetron lainnya seperti LIONTIN, BUNGA KASIH SAYANG, MEDALI BISU, dan MELODI CINTA. “Dua yang terakhir belum tayang,” ungkap Nay. Nay mengaku di awal agak sulit berperan sebagai Intan yang digambarkan sebagai ibu muda. “Susah banget, karena aku kan belum punya anak. Hahaha … tapi dicoba terus. Sekarang sih udah nggak kesusahan lagi,” Celotehnya. “Intan itu keras pendiriannya, masih lugu seperti anak kecil. Dia lembut hati, tidak pernah punya pikiran negatif terhadap orang lain, dan berjiwa besar. Kalau ada masalah, dia akan menyelesaikannya dengan bijaksana,” ungkap pemilik nama Naysilla Nafulany Mirdad ini.
Bermain di sinetron yang kejar tayang, membuat Nay harus menjaga badan supaya fit selalu. “Pola makan diatur, makan banyak sayur. Kalau ngemil hanya yoghurt, sayur, buah. Terus makan supplemen juga, jam tidurpun diatur. Yah, mencoba untuk hidup sehat,” tutur Nay.
Sejauh ini, Nay mengaku enjoy dan senang berakting. “Aku bersyukur, sampai saat ini masih dipercaya Sinemart untuk bermain sinetron,” jelas gadis yang tahun ini berencana untuk kuliah. “Kalau memang memungkinkan, aku akan kuliah. Kalau tidak, mungkin akan ditunda lagi. Kalau jadwal syuting padat, aku malah tidak bisa bagi waktu antara pekerjaan dan juga kuliah. Tidak terkontrol dan akan membuat kacau. Lebih baik, pilih salah satu, tapi jalani dengan serius, tidak setengah-setengah,” tuturnya, yang berencana ingin mengambil jurusan di psikologi di sebuah Universitas di Bandung.

Dude Harlino
Letih Yang Terbayar

“Capek banget loh. Dari pagi sampai malam, syuting terus. Maklum, kejar tayang,” ungkap Dude. Tapi rasa letih Dude terbayar dengan kesuksesan Intan. Saat ini, Dude dikontrak Sinemart. Perusahaan film tersebut memiliki kebijakan yang sangat Dude hargai. “Mereka sudah bisa menyusun kapan aku kerja, kapan istirahat. Kalau aku butuh libur, mereka sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Mereka sangat kooperatif. Kejar tayang? Nggak masalah tuh. Hahaha …,” ungkapnya.
Banyak pengalaman menarik yang diperoleh Dude saat syuting. “Mengenal karakter orang, saat itu masih sangat asing. Itu sebuah pengalaman yang unik,” jelas pria yang telah lulus D3, Universitas Indonesia, jurusan perbankan. Dude mengaku, ia sangat mencintai akting dan berharap terus berada di dunia ini. Kalau tidak sebagai pemain, mungkin ia akan berkecimpung di belakang layar. “Rezeki sudah ada yang mengatur, manusia tidak bisa menentukan. Kalau Allah sudah memberikan sesuatu, pasti akan terjadi. Manusia tidak pernah puas, termasuk aku. Yang terpenting adalah bagaimana kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini.
Popular seperti sekarang ini, tidak membuat Dude lupa akan agama. Sebisa mungkin, ia selalu menjalankan salat lima waktu, walaupun berada di lokasi syuting. Baginya, kehidupan duniawi harus sejalan dengan kehidupan akhirat. “Bisa berjalan sesuai dengan ajaran agama. Bisa hidup tenang, damai, hidup yang penuh nuansa agama. Dari kecil, orang tua telah menanamkan agama, tapi tidak terlalu intens. Aku sadar kehidupan ini akan berakhir. Kita semua akan mati. Bagaimana caranya untuk mempersiapkan kematian. Kita tidak tahu kapan nyawa akan dicabut. Mungkin besok, atau 10 tahun lagi. Siapa yang tahu? Mangkanya, kapanpun kita dipanggil, kita harus siap, dan membekali diri,” urainya.

Author : Maest (Sumber Wanita Indonesia)

15 comments on “#7 Demam Intan Melanda

  1. Demam Intan?? lama juga ya ternyata kejadiannnya …Intan started November 6, 2007 – Wanita Indonesia, sebelum-sebelumnya entahlah, apakah pernah membahas sinetron Intan, tapiii, artikel ini kan dipublish Maret, setelah 4 bulan, demam itu belum juga hilang?? *geleng2* …sementara sinetron stripping sekarang2 ini, biasanya menerapkan promo gaya kuat dan gencar sebelum on in production pun …ckckck…Intan Intan, DEMAM itu, ternyata masih segar sampai sekarang. Kenapa ya? ooooo, krn virusnya udah nyebar ke negeri seberang. Demam Intan pun, kini masih melanda …menjamah hati dunaylovers baru, baru merasakan kehadiran DuNay.

  2. INTAN INTAN….skrg tiap jam 7 malam tayang lagi…anakku bilang koq Indung gak ada bosen2nya liat INTan…qiqiqiqiqi…

  3. INTAN emang unforgettable..kalo kata slank “terlalu manis untuk dilupakan”…sedih..haru..lucu..seru..konyol..tumplek blek deh..hehehehe..smua tokohnya bikin kangen..mama nadine, mama kasih,papa ello, kak rommy, kak jemmy, nenek, tante nia, dr frans, lyla,rangga..apalgi intan-rado..weleh..weleh…nyebut nama tokohnya aja, gw udah mupeng hahahahah….

  4. Demam INTAN melanda lagiiii!!!!

    Bakal menimbulkan KTT gaya baru ya luv? hahahah… yg udah pernah, tinggal bayangin ajah scene2 mupeng Rado-Intan …hahahah yesssss, “TERLALU MANIS UNTUK DILUPAKAN” … new viewers Intan pasti lagi termehek-mehek ini, mau lagi, lagi, lagi…scene2 DuNay persis RaIn …kapan yaaaaiiii *Melirik RCTI Oke* Sinetron DuNay lagi, pleaseeeeeeee …yg baru & beda.

  5. Psssssst… yg mangap benahi dolo tuh bibir jgn sampe ilernya melebar kemana-mana…
    @Difa : salam ya buat mamanya…qta berdua jd mama2 pangkeh tp sekaligus mellow…

  6. kalo gw jd konglomerat..gw akan bkn intan season 2 s/d sepuasnya deh..smp kita mupengnya tersalurkan …mo ratingnya anjlok kek, gak dpt penghargaan kek..kagak gw pikirin..yg penting hati gw puaassss…Aduuuhhh smg cita2 gw terkabul .amin…xixixixi

  7. setuju bgt sampai sekarang aku masih ingat INTAN ,INTAN THE BEST bgt dan 4 tahun berlalu tetep diminati dan dikenang ama orang2.senang juga bisa liat INTAN lg di MNC .

  8. sinetron intan ga bakalan bisa dilupakan di hatiku..yg tadinya ga suka nonton sinetron,tp gara2 intan jd demen,aplg denger suaranya nay…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s