#3 Cerita Sehari-hari dalam “Intan”

Kompas Minggu, 29 April 2007

Hingga mencapai episode 177 pada Sabtu (28/4), sinetron “Intan” di RCTI masih menempati posisi pertama dari semua kategori program di seluruh stasiun televisi. Sinetron produksi SinemArt itu memperoleh audience share rata-rata 38 %  atau ditonton oleh 38 % pemirsa televisi pada jam tayang sama dan rating antara 8-10. Sinetron lain, Wulan, juga mempunyai share antara 25-28 %. Bahkan, Kawin Muda yang baru diputar 20 episode pun selalu masuk sepuluh besar program dengan rating terbaik untuk semua kategori. Sinetron terbukti masih menjadi primadona layar kaca.

Sinetron datang dan pergi, berganti kisah meski mirip-mirip. Hanya butuh mengganti aktor dan aktris, mencari wajah yang tengah digandrungi, stasiun televisi dijamin tidak akan kehilangan penonton. RCTI masih menjadi stasiun televisi yang paling banyak menayangkan sinetron, disusul SCTV dan Indosiar. Entah sudah berapa judul sinetron ditayangkan RCTI, sejak era Dian Nitami lewat sinetron Dunia Dara pada tahun 1991 hingga masanya Naysilla Mirdad tahun ini lewat perannya dalam Intan.
Sejak lima bulan lalu, tepatnya November 2006, Intan telah merebut hati pencinta sinetron. Pada jam yang sama, Intan bersaing dengan sinetron Cinderella di SCTV, Naila di Indosiar, dan Si Entong di TPI. Persaingan ketat terjadi pada jam ini.

Ada beberapa faktor yang membuat Intan cepat tertangkap indera penonton.
Pertama, musik pengiring, yakni Ruang Rindu dari grup Letto, sedang populer.
Kedua, pemilihan pemain yang pas dengan karakter tokoh, terutama Naysilla Mirdad. Ketiga, judul satu kata, tidak bertele-tele dan langsung menunjuk pada satu orang, Naysilla. Judul berupa nama tokoh utama itu lalu menjadi kecenderungan baru. Selain Intan, ada Wulan, Naila, Olivia, Nadila, dan lainnya. Sebelumnya pernah ada kecenderungan judul sinetron sama dengan judul lagu pengiring, seperti Jangan Ada Dusta di Antara Kita.

Cerita sehari-hari Direktur Programming RCTI Harsiwi Akhmad berpendapat, kelebihan Intan adalah cerita yang merakyat, kisah sehari-hari, dan dekat dengan masyarakat. ” Intan ini luar biasa,” katanya. Sosok Intan (Naysilla Mirdad) digambarkan sebagai perempuan lugu, mengundang simpati dan kasihan, tetapi tetap ceria. Nadine (Meriam Bellina), yang biasanya memerankan ibu yang supergalak atau supercerewet, dalam sinetron ini tidak terlalu ekstrem. Bahkan, ia sebenarnya tidak jahat, “hanya” mau menang sendiri. Sambung Harsiwi, “Ceritanya tidak hitam-putih. Tidak ada yang benar-benar jahat atau benar-benar menderita. Ini kelebihan Intan.”

Soal cerita, jika dibandingkan dengan banyak sinetron lain, Intan sebenarnya tak jauh beda. Ada tokoh yang gila harta, ada cowok yang diperebutkan, ada cewek lugu tetapi menjadi idola. Ada perbedaan kelas. Semuanya bercampur dan tidak terfokus pada satu tema. Yang pasti, kisahnya mengundang haru dan dibuat menguras air mata. Ada sejumlah adegan tidak masuk akal, seperti ketika Nadine memamerkan berlian ratusan juta rupiah dan dijambret. Dengan gampangnya cerita itu berlalu begitu saja, berganti masalah lain. Akting beberapa pemain yang kurang memadai juga membuat sinetron ini kurang gereget.

Harsiwi juga menyebut soal pengadeganan Intan yang luwes dan bisa “ditekuk-tekuk” setiap kali syuting. Jika pada satu episode penayangan rating turun, tim kreatif sinetron ini langsung membuat perubahan, terutama pada bagian pengadeganan. “Kami selalu mengevaluasi setiap saat dengan Sinemart,” kata Harsiwi. Abdul Azis dari Humas Sinemart menyebutkan, meski skenario dikerjakan Serena Luna, ada lima sampai enam penulis yang membantu dan terlibat dalam film garapan sutradara Doddy Djanas ini. Tim ini bekerja keras untuk mempertahankan rating. Pernah pada satu saat rating turun mencapai 7-8 dari sebelumnya 10. “Pada episode berikutnya cerita diubah sehingga rating langsung naik menjadi 11,” ujar Harsiwi. Ia menambahkan, audience share sinetron Intan pernah mencapai 46 persen. Jika dulu Sinemart bisa menyimpan episode sampai tujuh kali penayangan ke depan, saat ini sudah tidak bisa lagi. “Paling banyak dua episode. Seringnya ya syuting sekarang untuk tayang besok,” tutur Azis. Begitulah industri sinetron yang selalu berpacu. Rating turun, tidak hanya penonton yang menjauh, iklan pun lewat….

2 comments on “#3 Cerita Sehari-hari dalam “Intan”

  1. wkt kompas muat artikel ini di kolom hiburan, it was very surprising…Kompas harus nunggu yakinnn bangettt kalau Intan emang highly watched and liked, sejak digulirkan Nov.6 2006 …ga tahan kali yaaa, hahahah …setelah melewati november, desember, january, february, maret, …di penghujung April *lihat source diatas*, akhirnya this article was there…thanks Kompas, thanks terutama penulis kolom soal Intan ini…heheh INTAN FENOMENAL yah …

    Sinetron kayak Intan, memang patut direview and dibahas ulang, karena emang ga ngebosenin untuk dikenang dan dibicarakan …kebaikannya, semangatnya, ketulusan cintanya, kemupengannya …dlm kisah kasih kehidupan sehari hari …emang ada yg begitu kok …

    arrrghhh, jd kangenn liat Sinetron DuNay lagi …yg baru dan beda…

    *sayup2 t’dengar soundtrack INTAN*

    Di daun yang ikut mengalir lembut
    terbawa sungai ke ujung mata … See More
    Dan aku mulai takut terbawa cinta
    menghirup rindu yang sesakkan dadaaaaa

    Reff. 1. :
    Jalanku hampa dan kusentuh dia
    terasa hangat o di dalam hati
    kupegang erat dan kuhalangi waktu
    tak urung jua kulihatnya pergiiiii …

    Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
    kerlingan matamu dan sentuhan hangat
    ku saat itu takut mencari makna
    tumbuhkan rasa yang sesakkan dadaaa

    Reff. 2 :
    Kau datang dan pergi o begitu saja
    semua kutrima apa adanya
    mata terpejam dan hati menggumam
    di ruang rindu kita bertemu uuuuu uuuuuu….

    Kau datang dan pergi o begitu saja
    semua kutrima apa adanya
    mata terpejam dan hati menggumam
    di RUANG RINDU kita bertemuu …
    bertemuuu…
    bertemuuu

    *ruang rindu nya letto, ya ruang rindu dunaylovers juga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s