Oh DEWA keSAKTIan mu Menggugah hati kita …


Wow … surprise !!

Setelah sekian lamanya nunggu sinetron yang dimainkan sama Dude dan Nay, akhirnya semalem 3 Oktober 2011 mereka nongol lagi dilayar televisi kita tentunya di RCTI OKeh dunk 😉

Mereka main bareng di dalam sinetron yang berjudul DEWA, ga hanya mereka berdua sih … tapi mereka juga beradu akting sama Baim Wong, Arifin Putra, Aura kasih, Alice Norin, Fero Malandouw, Umar Lubis, Minati Atmanegara, Cindy Fatikasari, Tengku Firmansyah, Ponco Buwono, Cut Keke, Mona Ratuliu, Fery Irawan, Wiwid Gunawan dan … masih banyak lagi yang lain 🙂

Sekarang kita akan coba sedikit mereview crita sinetron DEWA tadi malem, kalo ga salah episode 1 dan 2 yak ?? hmm … lumayan bikin mata, telinga dan mulut menganga 😀 .  Gimana kagak gitu … alurnya yang lumayan cepet buat ngejelasin asal usul karakternya ituh, bikin mata (khususnya mata gw 😀 ) tak berkedip sambil otak berusaha mengingat setiap karakternya 😀 (kayak mau ujian listening 😀 ).  Nah lo … mulai deh OOT yang ngarang ilustrasi !! *lirik2 bu momod

Wokeh kita coba review !!

Naysilla Mirdad

Naysilla Mirdad sebagai Dewa, bernama asli Kania, namun dibesarkan sebagai anak laki-laki dari bapak ibu angkatnya yang anak laki-lakinya telah meninggal dunia. Jatuh cinta pada Tama.

Dewa (Naysilla Mirdad ) yang nama aslinya Kania adalah anak dari Bapak Edy (Ponco Buwono) yang ditinggalkan oleh ayahnya dan dititipkan pada ibu Wiwik (Cut Keke) , Ibu Wiwik sendiri mempunyai anak laki-laki yang bernama  RAP (Ryan Andika Pratama ) atau disingkat Tama (Baim Wong ) selalu menghibur Kania dengan caranya yang khas.

Dude Harlino sebagai Sakti, sopir keluarga Dewa yang sangat sayang pada Dewa sejak kecil. dan selalu melindungi Dewa

Baim Wong sebagai Tama, teman Dewa diwaktu kecil,terpisah lama,tinggal bersama ayah kandungnya dan seorang kakak bernama Yuda. Mencintai Diandra

Suatu hari .. Kania yang saat itu tengah mengejar ayahnya ditemukan oleh keluarga mama Gita (Cindy Fatikasari) dan papa Ruslan ( Tengku Firmansyah) yang anak laki-lakinya baru saja meninggal, karena begitu depresi kehilangan anak semata wayangnya, Kania pun diangkat anak oleh mereka dan berganti nama menjadi Dewa serta dijadikan seperti anak laki-laki.  Tidak lama setelah itu, keluarga Dewa menemukan Diandra (Aura Kasih) yang kehilangan ibunya karena tertabrak mobil.  Diandra pun diangkat anak oleh keluarga ini.

Aura Kasih sebagai Diandra, meskipun tidak ada ikatan darah, Dewa dan Diandra saling menyayangi, ditunangkan degan Yuda namun mencintai Tama

Di lain pihak .. Cut Keke yang sakit-sakitan akhirnya menyerahkan anaknya pada mantan suaminya Pak Bondan (Umar Lubis) yang juga mempunyai anak laki-laki lain yang bernama Yuda (Arifin Putra).

 

 

Dewa sejak kecil akrab sekali dengan Sakti (Dude Harlino) anak dari Mama Dini (Mona Ratuliu) dan ternyata Mama Dini  adalah wanita lainnya Papa Ruslan.  Sakti sendiri bekerja sebagai sopir pribadi di keluarga Dewa.

Diandra dijodohkan dengan Yuda anak dari pak Bondan, akan tetapi Diandra sepertinya tertarik pada Tama yang tak lain adalah adik dari Yuda yang secara tidak sengaja bertemu dengannya di pesta pergelaran busana, Diandra adalah seorang model.

Arifin Putra

Arifin Putra sebagai Yuda, kakak Tama ditunangkan dengan Diandra namun pertunangan ini dimaksudkan hanya untuk kelancaran bisnis keluarga.

Yuda sendiri dulu pernah berpacaran dengan Yola (Alice Norin) yang tidak sengaja kembali bertemu sewaktu Yudha dan Diandra makan siang di restoran .. !! Yola adalah anak dari mama Rindu  (Minati Atmanegara) & papa Vino (Feri Irawan) dan mempunyai seorang adik laki-laki yang bernama Rian (Fero Walandouw ), Rian yang tidak sengaja bertemu dengan Dewa dijalan ketika sedang mengambil foto sepertinya tertarik dengan tingkah laku dewa yang seperti anak laki-laki.

Alice Norin sebagai Yola, masa kecil dibesarkan bersama Diandra, setelah dewasa mereka tidak saling mengenal. Yola sangat menyukai Yudha.

Secara tidak sengaja Dewa kembali dipertemukan dengan ayah kandungnya , ketika sang ayah hendak merampok Diandra kakaknya, Dewa pun selalu aja membela sang ayah ..  ketika sang ayah terlibat masalah dengan keluarganya !! Hal itu membuat sakti sedikit curiga dengan kelakuan Dewa, Sakti sendiri ternyata diam-diam  menyukai Dewa tanpa disadari oleh Dewa 😀 (lirik2 mupengers :P)

Fero Walandouw

Fero Walandouw sebagai Rian, Seorang fotografer muda adik dari Yola *wink wink wink wink wink wink wink*

Kayaknya untuk sementara baru itu aja yang bisa diambil dari episode yang ditayangkan semalem … :), selanjutnya kita nantikan perkembangan dari cerita ini !! Apakah yang akan terjadi pada kehidupan Dewa,Diandra,Yola,Sakti,Tama,Yudha dan Rian selanjutnya ??

Okey … Let and See !!

Ga lupa juga kita ucapkan terima kasih buat sinemart dan seluruh Tim pendukung dalam sinetron ini … karena kalian telah mengabulkan keinginan dan kerinduan kita untuk menyaksikan duet akting aktor dan artis kesayangan kita Dude dan Naysilla 🙂

Cayoo Sinetron Dewa … !!!! 

 

 

 

 

Kisah Kania kecil menjadi Dewa, ini Scene yang touching banget!!

Theme Song Sinetron Dewa dinyanyikan oleh Letto – Cinta Bersabarlah

Kupercaya Cinta itu Indah

Advertisements

Gallery Behind The Scene Cinta dan Kesetiaan


This slideshow requires JavaScript.

Source : Twitter, Facebook, DuNay Lovers

DUNAY dan DJH di PGA ke-14


ketik PGA (spasi) 1B

untuk dukung Dia Jantung Hatiku KIRIM ke 6288

ketik PGA (spasi) 18E

untuk dukung Naysila Mirdad KIRIM ke 6288

ketik PGA (spasi) 17B

untuk dukung Dude Herlino KIRIM ke 6288

ATAU VOTE MELALUI WEBSITE

http://panasonicawards.webpacific.com/

Sekilas perjalanan… DuNay dalam kisah cinta mereka di Sinetron…(tentunya)

November 2006, INTAN mempertemukan DuNay pertama kali dan sungguh sangat lama hingga akhir July 2007. Untuk peran sebagai Intan; Nay dinobatkan Aktris Favorit Festival Film Bandung (Lewat Penjurian) dan diklaim sebagai Artis yang lugu
*emang Nay nampak begitu yaa *

November 2007 – CAHAYA hadir. Dude masih di produksi Aisyah, segera setelah usai, dan Cahaya mendekati sebulan tayang, Satrya dengan penyamarannya as Ojek rider hadir dengan karakter kuat dan kesegaran cerita – Plus point untuk menangkan perhatian pemirsa mendapatkan vote PGA Awards 2007/2010, apalagi kemudian dinobatkan Bintang Indonesia 2007.

Cahaya pun bergulir hingga penghujung Mei 2008 …

Ramadhan 2008, Risma hadir sejenak meluruskan jalan cinta Aqso & Madina ..:D

Ramadhan September 2009, Karunia masih siluet ketika ditunggu kehadirannya oleh Dude yang masih harus meneruskan kontrak Manohara :D, baguslah judul drama & soundtrack ganti, meskipun cerita sempat berdarah-darah  : D
Doa dan Karunia (DdK) …

November 2010 Dia Jantung Hatiku hadiir … cerita Tom & Jerry lagi mekar-mekarnya sampai eps. 14, ketika harus distop tiba2 (28 Nov 2010) … selang hampir sebulan kemudian, setelah heboh promo … Dude comes as cameo dalam DJH …20 Des 2010.

30 hari Pengejaran Cinta Panji ke Aida! dirasa cukup, karena henti tiba-tiba dengan info 1 hari sebelum END.

Sungguh DuNay serba Fenomenal …

di up & down

pahit manis

DuNay Lovers…(since 2006)

MENDUKUNG DUNAY

kembali….

dalam ajang…

Panasonic Gobel Awards ke -14

credit to Maest

DIA JaNtunG HatIkU … Tamat TiBa-TiBa


ADA APA DENGAN

DIA JANTUNG HATIKU?

JANGAN LEWATKAN 19/JANUARI/2011

PKL.18.00 WIB

DI RCTI NOT OK

EPISODE TERAKHIR

DIA JANTUNG HATIKU


PENJELASAN DARI DESIANA LARASATI
(Sutradara Dia Jantung Hatiku, source : Group Facebook Dia Jantung Hatiku )

teman2… maaf banget baru bisa ngasih komen, soalnya baru selese suting untuk episode terakhir.. aku baru aja baca komen2 kalian yang rata2 isinya kekecewaan karna ternyata DJH sudah harus selesai.. emang berat banget rasanya untuk ngakhirin DJH, secara pemainnya mulai makin mateng meranin karakter mereka masing2 dan …pastinya mulai melekat dihati kita… dan lagi secara rating dan share, DJH juga ngga jelek2amat, masih ada di 5 besar…

tapi atas berbagai pertimbangan dari pihak sinemart dan RCTI, dan setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya diambil keputusan bahwa DJH selesai sampai di episode 48… memang mengecewakan, tapi aku yakin pasti ini adalah keputusan yang terbaik buat DJH…
seluruh jajaran crew,penulis dan pemain, juga para editor dan produser mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada para pemirsa (teman2) yang selama ini telah memberikan kesempatan buat DJH untuk menemani di setiap sore… kami juga meminta maaf bila selama ini ada kesalahan2 atau sesuatu hal yang tidak berkenan di hati teman2, kami berharap maklum adanya

akhir kata , jangan pernah patah semangat ya teman2…. jalan kita masih panjang…di depan kita masih ada sesuatu yang lebih besar dan seru.. jadi tetap OPTIMIS!!.. kita pasti akan berjumpa lagi dilain kesempatan/ di judul baru berikutnya…. tiga yang tidak boleh mati… “berdoa, bersyukur, dan tetap semangat”!!!!!

cheers
Eci

blog CF dapet surprise dari team WP… 🙂 wo ho! Happy Blogging!

Siapa Jantung Hatiku??DIA, DIA, DIA Jantung Hatiku !!


Setelah sempat istirahat…akhirnya Sinetron Dia Jantung Hatiku akan kembali tayang di layar televisi kita tentunya tetap di Stasiun kebanggaan kita RCTI OKeh 🙂 pada jam yang sama yaitu Pukul 18.00 WIB Tanggal 20 Desember 2010.

DJH diistirahatkan setelah tayang sebanyak 14 episode!! Episode ke-14 tayang pada tanggal 28 November kemarin, berarti istirahatnya lebih kurang 23 hari.

Selama istirahat…DJH telah mempersiapkan cerita baru dan juga memasukkan beberapa pemain2 baru!!Wow…mudah2an episode lanjutannya nanti akan lebih menarik dari episode2 sebelumnya!!Apalagi ada Dude Harlino yang juga turut memeriahkan episode2 berikutnya 🙂

DUNAY di Dia Jantung Hatiku !!

Tapi sebelumnya…kita akan mereview kembali ceritanya mulai dari episode 1 s.d episode 14!!

Yahh…gara2 lama ga tayang, mungkin di antara kita2 udah ada yang sedikit forget sama ceritanya :D.  Review ini sekedar supaya temen2 inget kembali ceritanya atau paling ga…inget kembali nama2 peran2 di DJH (coz review nya nyablak aja inih, wkwkwkwk).

Kita mulai aja yaa review nya!!Yuk mariii… 😀

Aida (Naysilla Mirdad) adalah seorang gadis yang ceria, lugu dan apa adanya.  Dia adalah putri dari Lila (Desy Ratnasari) dan Firman (Mathias Muchus).  Cerita dimulai ketika keluarga mereka harus pindah ke Jakarta atas permintaan ayahnya Firman, Pak Arif (Drg. Fadli).

Merekapun pindah!! 😀

Sesampainya di Jakarta, mobil mereka berhenti ditepi jalan (ituh berhenti mogok, ape istirahat yakk??ekekekek, pokoknya berhenti aja yak :D).  Secara tidak sengaja Aida melihat sosok pemuda, ceilahh pemuda…wkwkwk tepatnya sih COWGAN (Cowok Ganteng, sebutan para mupengers :D), emang ganteng banget tuh cowok…pake baju yang elegan trs pake kacamata hitam!!(tapi ternyata beda ama yang terlihat dimatanya Aida, wkwkwk). Tuh cowok hendak menyeberang jalan…dan apa yang dilakukan Aida??? Kata2 pertama yang keluar dari mulut manisnya adalah “Astagaa,,,ehh sini2 biar saya sebrangin!!”hahaha kocak banget :D.  Jelas aja tuh cowok shock, trus bilang “Ehh…apa2an ini???” :D.  Ternyata Aida mengira tuh cowok ganteng buta, coz di kampungnya kalo orang pake kacamata hitam itu orang buta, OMG :D.

Lalu sesampainya mereka dirumah Pak Arif, Aida melihat mobil ambulance parkir didepan rumah kakeknya!!Aida pun kaget dan langsung menangis, dia mengira kakeknya telah meninggal :D.  Tapi ternyata tuh mobil kepunyaan Aksan (Rionaldo Stockhorst) yang rumahnya tidak begitu jauh dengan rumah Pak Arif.

Ternyata memang kedatangan mereka ke Jakarta udah terlambat, coz Pak Arif benar2 telah meninggal dunia!! Dan meninggalkan surat yang berisi tentang perjodohan Aida dengan cucu temannya yaitu Ibu Laras (Nani Wijaya) yang bernama Riza (Christian Sugiono).

Selang waktu berlaluu…Aida dipertemukan dengan Riza!!Betapa kagetnya Aida mendapati orang yang akan dijodohkan dengannya adalah cowok ganteng buta yang bertemu dengannya waktu itu!! Mereka berdua sama2 menolak perjodohan ini karena tidak saling cinta!! Apalagi Riza, karna dia udah punya pacar yang bernama Indira (Kimberly Ryder).  Dan ternyata Indira adalah sahabat pena Aida, yang ingin sekali ditemuinya di jakarta!!(Ribet jugak jadinya :D)

Indira mempunyai saudara kembar yang bernama Nafa (Kimberly Rider), sifatnya sangat jauh berbeda dengan Indira yang baik dan juga lemah lembut!! Diam2 si Nafa juga jatuh hati dengan Riza, dan selalu berusaha membuat hubungan Indira-Riza-Aida menjadi kacau :).

Hmm…cerita’in apa lagi yakk??jadi bingung mau nulis reviewnya gimana (lirik2 soulmatekuh :P).

Konflik pun mulai menajam!! Aida ternyata menderita penyakit jantung dan diperkirakan umurnya hanya bisa bertahan selama 3 bulan, sedangkan penentuan pertunangan jadi tidaknya  antara Aida-Riza ditentukan setelah 3 bulan (ini waktu yang diberikan oleh oma Laras untuk mengetahui apakah Aida-Riza sudah saling mencintai atau tidak)!!  Aida juga harus menerima kenyataan untuk kehilangan ibunya…ibunya meninggal tertabrak oleh mobil yang dikendarai oleh Ibu Dina (Dina Lorenza) ibu dari Indira dan Nafa.

Di lain sisi, Ibunya Aksan yaitu  bu Tyas (Devi Permatasari) ternyata mempunyai dendam terhadap Bu Laras!!Karna dia menganggap ibu Laras adalah orang yang harus bertanggung jawab atas kematian suaminya!!Dan berniat untuk membalas dendam dengan menyuruh Aksan untuk menculik Aida, tetapi semuanya gagal karena Aksan diam2 menaruh hati pada Aida (hmm…:D).  Lalu rencanapun berubah, bu Tyas lalu menyuruh Aksan untuk mendekati Tania (Jessica Mila) adik kandung Riza.

Aida akhirnya diajak bergabung oleh Oma Laras di perusahaannya!! Aida diangkat oleh Oma Laras sebagai sekretaris pribadi Riza.  Riza benar2 keberatan dengan keputusan oma nya, tapi dia juga tidak kuasa untuk menolaknya.  Dan bergabungnya Aida di perusahaan…menyebabkan Nena (Nessa sadin) yang juga mempunyai keinginan untuk menguasai semua kekayaan oma Laras merasa kedudukannya sedikit terancam.  Dan sedikit ada misteri tentang Nena nih… 😀 si Nena ini ternyata mempunyai seorang anak perempuan lo dan anaknya itu hilang sewaktu bayi!! Trus ada sedikit flashback, kalo pak Firman pernah menemukan seorang bayi perempuan!! Nahh…yang menjadi teka-teki, dimana tuh bayi sekarang??atau jangan2??hmm…jangan2???eng…ing…ong… 😀

Masih banyak lagi deh pokoknya konflik yang telah terjadi di DJH selama 14 episode ini!! Kita harapkan konflik2 selanjutnya yang akan terjadi di episode2 mendatang dapat lebih menarik dan bisa membuat kita penasaran untuk menontonnya!!

BEST SCENES  :

Terutama konflik antara Aida dengan ketiga cowgan yang akan mendampinginya di episode2 berikutnya!! Yaitu Christian Sugiono, Rionaldo Stokhorst dan yang lebih membuat kita penasaran adalah kehadiran Dude Harlino!!

Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya??Apakah Aida akan sembuh dari penyakit jantungnya??dan Siapakah yang akan menjadi jantung hati masing-masing karakter??Bagiamanapun pertanyaan2 itu akan bisa terjawab jika kita mengikuti terus cerita Dia Jantung Hatiku yang akan tayang kembali mulai hari ini tanggal 20 Desember 2010 pukul 18.00 WIB hanya di RCTI OKeh!!

Akhirnya kita selaku DuNay Lovers juga mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang telah menyatukan Dude Harlino dan Naysilla Mirdad dalam sinetron ini…

Semoga Dia Jantung Hatiku Sukses, dan diterima oleh masyarakat yang menontonnya. Semangat DJH! Sukses!

Semangat nonton buat DuNay Lovers dimanapun berada!! 🙂



DuNay on The News – July 2010


BINTANG INDONESIA edisi 1000

Dalam dua dekade (20 tahun) terakhir, industri film dan sinetron Indonesia melahirkan banyak pasangan yang memiliki chemistry atau percikan kuat.  Mereka tak hanya jadi perbincangan publik, tapi juga dijadikan inspirasi dalam kehidupan nyata.  Salah satunya, Dude Harlino (29) dan Naysilla Mirdad (22).

DuNay Pasangan berchemistry kuat

Awal tahun ini industri hiburan dikejutkan pengakuan Nay yang sudah punya pacar bernama Jenda. Sontak, banyak yang kecewa. Terutama penggemar mereka yang disebut DuNay Lovers dan mungkin juga Anda.  Sejak kali pertama dipasangkan dalam sinetron INTAN, banyak yang menginginkan, bahkan sangat berharap, Nay pacaran dengan Dude. Terlebih setelah mereka dipasangkan kembali dalam sinetron CAHAYA. Chemistry yang kuat dalam setiap adegan itulah yang membuat penonton setia sinetron menilai mereka cocok menjadi sepasang kekasih sungguhan.

Sederet sebutan untuk mereka pun bermunculan. Dari “DUET MAUT”, “DUET MANIS”, sampai “DUET JAMINAN RATING”. Tak berlebihan, sebab bahasa tubuh dan sorot mata seolah memancarkan kekuatan cinta yang tak pernah terungkapkan lewat kata-kata.

Dude dan Nay berusaha memahami keinginan penonton itu dengan bijak, “Ya enggak apa-apa, orang bebas beropini. Bahkan, dari beberapa tahun lalu dikaitkan terus sama Dude hanya kalau sinetron kami lagi jalan. Ya, ambil positifnya saja, enggak ambil pusing. Senang-senang saja. Berarti Chemistry saya dan Dude sampai ke hati penonton. Tapi, kan yang penting saya dan Dude sudah menjelaskan, kami hanya bersahabat. Kalau publik masih juga beropini kami ada apa-apa (pacaran), ya terserah, heheh,” jelas Nay, yang baru saja membuka butik bernama Deer di Grand Indonesia Jakarta Pusat.

Dude menilai, kabar kedekatannya dengan Nay sengaja dihembuskan bersamaan dengan penayangan sinetronnya. “Saya menghargai setiap opini. Jadi, silakan saja berpendapat. Sah-sah saja. Cuma, kan kembali pada saya dan Nay. Saya dan Nay juga sudah ribuan kali (DuNay lovers berarti banyak yah bang…:D :D. ) ngomong, kami sahabat! Sampai jawaban dari setiap pertanyaan tentang saya dan Nay,  saya sudah hafal cara menjawabnya.  Ke depan seperti apa, kami tidak tahu. Mereka juga (Penggemar Dude dan Nay) bisa memahami kami,”  Dude menjelaskan.

Padahal, lawan main Dude di Sinetron bukan hanya Nay. Ada Ririn Dwi Ariyanti, Nikita Willy, Nabila Syakieb, Asmirandah, Manohara dan Velove Vexia. “Sebenarnya persahabatan saya dengan Nay, seperti saya berteman dengan (lawan main) perempuan lainnya. Cuma entah kenapa, selalu dikaitkan dengan Nay”, kata cowok kalem ini.

Habis, keduanya cocok. Dude dikenal sebagai cowok yang baik, ramah dan taat beribadah. Nay juga begitu.  “Nay baik. secara pribadi kami sangat cocok. Harapannya biar diwujudkan dalam sinetron saja deh. Jalan kami lebih cocok bersahabat. Selain lebih nyaman, juga lebih enak buat sharing tentang apapun. Saya bisa cerita kepada Dude mengenai pacar saya. Dude juga bisa cerita tentang kehidupan pribadinya,” tutur Nay. Tapi jodoh ditangan Tuhan. Dude dan Nay pun menyadari itu. “Kalau nanti pacaran, kami enggak pernah tahu”, kata Nay.

DuNay fenomena di industri pesinetronan modern

Ramainya respons penonton setia mereka menyebabkan DUNAY seolah terjebak pada pakem-pakem yang ditetapkan mereka : Harus main bareng, harus dikisahkan bersatu, perannya pun harus ‘baik-baik’. Enggak ada deh ceritanya Dude dipasangkan dengan artis lain. Pun begitu Nay. Kalau sampai terjadi, dampak terburuknya, sinetron diputus tengah jalan. Buktinya sudah ada, Manohara dan Seindah Senyum Winona (SSW) misalnya.

Chemistry Dude dan Manohara di Manohara terasa hambar. Sementara SSW, awal tayang bolehlah masuk sepuluh besar rating. Tapi lama-kelamaan drop. Jam tayangnya terus mengalami perubahan. Dari sore jadi tengah malam. Bahkan tidak tayang sama sekali selama beberapa hari. “Saya juga enggak tahu apa alasannya,” ucap Dude bingung.

kekuatan chemistry Dude dan Naysilla tidak ada yang menyaingi saat ini.

SinemArt dan RCTI rasanya harus memutar otak untuk memasangkan kembali DUNAY dalam sinetron baru dan segar. Bukan cerita seperti yang sudah-sudah. Demi memuaskan kerinduan penonton. Mungkin kalau ingin membuat gebrakan, ya dibikinkan film.

Namun, kami juga tak bisa menutup mata akan kebosanan yang mungkin melanda sebagian penggemar. Hal ini tampak pada sinetron terakhir DuNay, Doa dan Karunia . Tak sedahsyat Intan dan Cahaya. Sah-sah aja ada pendapat yang berlawanan. Bagaimana pun kehadiran DuNay adalah sebuah fenomena di industri persinetronan modern.

<dapatkan informasi selengkapnya di Tabloid Bintang Indonesia minggu II July 2010)
Dude dan Nay bagi DuNay Lovers atau bagi Anda pecinta akting total dari sebentuk bakat alam yang melahirkan chemistry yang begitu dahsyat, adalah sosok  yang mampu memberikan nuansa yang berbeda dari sebuah cerita (bagaimanapun cerita itu terbentuk). Tidak ada yang kebetulan dari suatu kerja keras team work (crew & penulis), totalitas berakting Dude dan Nay serta artis-artis pendukung lain, sehingga melahirkan karya Fenomenal yang akan diingat sepanjang masa.

TERIMAKASIH TABLOID BINTANG INDONESIA…

Source : Tabloid Bintang Indonesia Edisi 1000
Collection  : Maest

DUNAY ON THE NEWS 2009 – Doa & Karunia


Dude dan Nay merupakan tokoh sentral dalam sinetron Doa & Karunia. Akting mereka mampu membius jutaan pasang mata. Mereka kerap tampil mesra di layar kaca. Banyak orang bertanya, menduga-duga, atau bahkan berharap jika keduanya memang benar-benar berpacaran. Bagaimana tanggapan Dude dan Nay?

This slideshow requires JavaScript.


Ditemui di lokasi syuting sinetron Doa dan Karunia di studio Persari, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa 17/11), Dude dan Nay bersedia berbagi waktu untuk berbincang dengan genie. Saat ini baik Dude maupun Nay memang sedang disibukkan dengan syuting stripping sinetron Doa dan Karunia. Hampir tiap hari mulai dari pagi hari hingga keesokan harinya mereka harus berada di lokasi syuting. Hari Minggu, merupakan satu-satunya hari libur bagi mereka.

Mereka bisa beristirahat dan menghapus kerinduan dengan keluarga di rumah. “Kalau hari biasa sulit mau ketemuan ama keluarga. Kalau aku bangun pagi untuk berangkat kuliah, Mama masih tidur. Pulang syuting jam satu atau jam 2 malam Mama udah tidur. Ngakalin-nya ya kadang kadang Mama nungguin aku tidur di kamar aku, terus kita tidur bareng atau sama adik aku. Dan sebelum tidur kita biasanya ngobrol dulu. Nah, hari minggu baru deh aku bisa seharian bareng ama keluarga,” ungkap Nay.

Meski sibuk syuting, putri ketiga Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini masih bisa melepas rasa rindunya dengan keluarga di rumah. “Kalau aku memang lagi kangen banget, kadang kadang aku suka telepon. Minta supaya mereka dastang ke lokasi atau aku yang nyamperin mereka kalau pas lagi ada break. Pokoknya, gimana aja deh, Mbak, asal bisa ketemu,” tambahnya lagi.

Selain itu, Nay juga suka membawa makanan yang dimasak oleh Ibunya. “Semua masakkan Mama itu favorit aku. Aku malahan suka mesen sama Mama apapun meskipun Cuma telor doang yang penting aku bisa makan masakan Mama. Dulu mungkin aku bawa masakan Mama dari rumah ke lokasi cuman belakangan ini aja udah agak jarang, “ jelas perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1988 ini sambil mengukir simpul senyum tipis di bibir.

Gallery Source : DuNay Lovers Collections

(facebook Group : Sinetron DuNay Please-DuNay Lovers Group)

Hal senada juga diungkapkan oleh Dude. Pria ganteng kelahiran Jakarta 2 Desember 1980 ini juga seringkali merasa kesulitan untuk membagi waktu bersama keluarga di rumah. “Kalo ada waktu libur pasti sama keluarga. Berusaha menebus waktu yang hilang sama keluarga. Tapi, kita selalu berusaha kontak lewat telepon,” ujarnya. Untuk mengobati rasa rindunya dengan keluarga di rumah, Dude pun sering membawa makanan yang sudah disiapkan di rumah ke lokasi syuting. “Setiap hari, selama empat tahun terakhir ini saya selalu membawa makanan dari rumah. Habis kapan lagi bisa nikmatin masakan Mama kalo gak gitu. Mungkin kecuali hari Minggu yak arena libur. Makanya saya pasti bawa dari rumah,” katanya.

Ikatan yang kuat

Dude dan Nay selalu terlihat klop saat membintangi suatu sinetron. Chemistry di antara keduanya terbangun sempurna. Karena itulah, apa pun karakter yang diperankan Nay dalam sebuah sinetron kurang lengkap rasanya jika tanpa kehadiran Dude sebagai lawan mainnya. “Alhamdulillah, saya bersyukur karena berarti kami masih diapresiasi oleh masyarakat. Ini merupakan suatu amanah yang harus dijaga dengan baik dan sepenuh hati,” kata Dude sambil mengurai senyum.

“Alhamdulillah, saya bersyukur karena berarti kami masih diapresiasi oleh masyarakat. Ini merupakan suatu amanah yang harus dijaga dengan baik dan sepenuh hati,”

Setali tiga uang, Nay pun menyampaikan hal serupa dengan apa yang dikatakan Dude. “Jangankan mereka, aku juga nunggu. “Aduh, kapan, ya, bisa akting lagi sama Dude?” Dan, eh, akhirnya kami dipertemukan lagi dalam satu produksi. Aku bersyukur banget,” ujar Nay sambil menyibakkan poni wig-nya yang terurai di keningnya. Hari itu Nay memang tampil beda. Menggunakan wig pirang dengan potongan bob. Nay benar-benar terlihat seperti bule. “Aku memang lagi nyamar jadi orang Amerika,” jelasnya sambil memainkan rambut palsunya itu.

Lantas apakah chemistry yang terjadi antara Dude dan Nay di lokasi syuting merupakan suatu sinyal bahwa keduanya memang tengah berpacaran? “Nah itu dia pertanyaan yang sampe sekarang aku belum tau jawabannya. Apa ya Mbak?Aku sendiri gak tau. Sekarang aku balik nanya aja deh sama Mbak, kira-kira apa ya yang bikin aku sama Dude itu cocok,” seloroh Nay sambil tertawa kecil. Ia berpikir sejenak. SAmbil melihat layar handphone. Nay mengerutkan kening. “Apa ya?” tanyanya lagi.

Lalu bagaimana dengan Dude? Ia mengatakan bahwa kecocokan yang terjalin kuat antara dirinya dengan Nay lebih karena tuntutan peran dalam sinetron yang sudah berlangsung selama tiga tahun belakangan ini. “Ya, kita udah saling mengenal. Saya tahu kapan mood-nya down dan bagaimana menghadapi dia. Kalau untuk akting, saya tahu kapan saya harus ngasih kritik atau saran ke dia. Ya …pokoknya kerja samanya udah enak bangetlah,” ungkap Dude.

Nay menyambung pernyataan Dude. “Aku kan syuting sama dia itu udah empat judul dan hampir 200-an episode lebih terus. Makanya aku udah tau gimana aktingnya dia dan udah dapet chemistry-nya, tinggal dikembangin aja sesuai dengan jalan cerita sehingga lebih gampang aja, soal cocok mungkin auranya kali ya,” imbuhnya.

Lalu apakah hal itu juga menandakan bahwa keduanya memiliki hubungan special? Dude dan Nay hanya tersenyum geli. Saling melempar pandangan. Sedikit tersipu malu. “Kita sekarang Cuma bersahabat. Hanya kalau nanti Tuhan memang menggariskan yang lain, kita gak pernah tahu takdir dan gak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Tapi sampai detik ini kita hanya berteman dan gak lebih dari itu. Gak ada yang special. Lagi pula yang menjodohkan kita kan masyarakat,” kata Dude lugas. Di luar lokasi syuting, baik Nay dan Dude tidak mempunyai waktu khusus untuk bertemu. Apalagi untuk hangout berdua. Kecuali jika mereka ada acara bersama dengan kru dan para pemain lainnya. “Di lokasi syuting aja kita udah tiap hari ketemu kok. Kalau memang ada waktu luang, ya memang untuk keluarga aja, “ Kilah Dude. GENIE, Widhie, Dian.

Naysilla Mirdad

“Aku kan syuting sama dia itu udah empat judul dan hampir 200-an episode lebih terus. Makanya aku udah tau gimana aktingnya dia dan udah dapet chemistry-nya, tinggal dikembangin aja sesuai dengan jalan cerita sehingga lebih gampang aja, soal cocok mungkin auranya kali ya,”

Selain disibukkan dengan sinetron stripping, saat ini Nay juga sibuk kuliah di La Salle Institute, jurusan Bisnis Fashion semester IV. “Aku ambil jurusan Bisnis Fashion. Soalnya aku memang tertarik sama bidang fashion. Kayaknya industry ini memang gak aka nada matinya dan berputar terus disitu. Lagi pula penggemar fashion itu kayaknya dari seluruh penjuru dunia,” jelasnya. Bagi Nay, pekerjaannya sebagai seorang aktris yang memiliki jadwal padat, bukan menjadi penghalang untuk tetap dapat menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi. “ya, sekarang ini aku bisa-bisanya aja deh untuk ngatur keduanya supaya balance. Juga waktu sama keluarga.

Source : GENIE, Edisi 20 Tahun Ke VI, 23-29 November 2009/MAEST

Naysilla Mirdad 2007 On The News


Dapat Kado Istimewa dari Dude di Hari Ultahnya

Rabu (23/05/2007) pekan lalu di Studio Persari, Ciganjur, Jakarta Selatan. Syuting Sinetron Intan tetep berjalan seperti biasa. Sang Bintang, Naysilla Mirdad, tiba pukul 09.30 WIB dengan Honda CRV warna hitam. Gadis berambut panjang itu langsung berjalan menuju ruang make-up yang terletak di depan rumah betawi. Syuting baru dimulai pukul 10.30 WIB.

Di lantai dua gedung itu yang sudah diubah menjadi sebuah kantor, tampak Nay dan lawan mainnya, Dude Harlino sedang beradu akting.  Mereka bermain di dua scene yang berbeda. Selain di kantor, mereka berdua juga berakting di tempat yang sudah disulap menjadi sebuah salon. Setelah main di satu scene, mereka pun bergeser ke scene lainnya yang berjarak hanya beberapa meter.

Di sela-sela syuting, tampak Nay dan Dude ke lantai satu. “Aku mau ke mobil dulu”, jawab Nay saat ditanya Genie. Nay dan Dude lalu berjalan berdampingan menuju mobil hitam Nay. Namun di tengah jalan, tiba-tiba Dude berbelok dan mengambil sebuah tas plastik putih. Tampak bungkus kado garis-garis merah menonjol ke atas. Dude lalu menyusul Nay yang sudah membuka pintu mobil dan menyerahkan bungkusan kado itu.

Tampaknya Dude ingin memberikan kado istimewa untuk Nay. Pasalnya hari itu, 23 Mei, Nay berulang tahun yang ke 19. Nay tampak berseri-seri saat menerima bungkusan besar itu. Ternyata di tas plastik besar itu ada dua kado. Kado yang besar langsung dibukanya. Di dalamnya ada bantal yang berbentuk boneka berwarna kuning. Saat akan membuka kado kedua yang bungkusnya lebih kecil, Dude melarangnya. “Jangan dulu, entar aja. Kita harus syuting lagi,” katanya.  Mereka pun kembali ke tempat syuting.

Nay mengaku, orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun adalah kedua orang tuanya, Jamal Mirdad dan Lidya Kandou. Ia bercerita orang tuanya mengucapkan selamat ulang tahun tepat pada jam 12 malam. Dude sendiri mengaku secara spontan menyiapkan kado tersebut. “Aku pergi aja ke toko yang jual hadiah. Ga ada persiapan khusus,” kata lelaki berkulit putih ini.

Nay sendiri mengaku, selepas SMA ia memang tidak lagi merayakan ulang tahunnya dengan pesta. Ia hanya berkumpul dengan keluarga atau teman dekatnya. “Sekarang aku tidak lagi merayakan ulang tahun. Tapi dulu pas sekolah aku selalu merayakannya,” papar Nay.  Menurutnya, ia hanya mengadakan pesta perayaan ulang tahun dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Tapi kali ini, ia tidak merasa menyesal karena tidak mengadakan pesta perayaan ulang tahun. Sebab baginya, perhatian orang tua dan keluarganya sudah cukup.

Surprised Party.

Beberapa saat kemudian, Nay dan Dude kembali beradu akting. Para kru pun terlihat cuek, tidak seorang pun yang terlihat mengucapkan selamat ulang tahun buat Nay. Situasinya seperti hari syuting biasanya, tidak ada yang istimewa buat Nay. Namun ternyata, itu adalah trik dari kru Intan. Sebab diam-diam, Dude Harlino dan beberapa kru sinetron Intan ‘bersekongkol’ untuk membuat surprised party buat Nay.

Pukul 12.30 WIB, syuting dihentikan untuk memberi kesempatan agar pemain dan kru sinetron makan siang. Seperti biasa, Nay makan nasi yang dibawanya dari rumah. Lalu oleh Dude diajak makan di ruang make-up. Tanpa curiga, Nay pun menuruti ajakan Dude. Setelah Nay masuk ruangan, Dude pun keluar lagi dan bergabung dengan kru Intan serta beberapa wartawan. Strategi pun dirancang.

Dude yang siang itu membawa kue tart ulang tahun bersembunyi di balik mobil Panther yang ada di halaman Studio Persari. Sedangkan asisten sutradara yang bernama Bambang dan kru lain mendatangi Nay.

Oleh Bambang, Nay pura pura dimarahi karna berbuat salah. Nay yang tidak tahu apa-apa merasa bingung. Dengan sedikit panic, ia mengikuti Bambang ke halaman. “Aku dimarahin, katanya aku membuat kesalahan. Jelas bingunglah karena aku merasa tidak melakukan kesalahan,” kata Nay.

Nay pun mengikuti Bambang. Para kru lalu pura pura tidak tahu apa yang terjadi, meskipun hampir semua kru berkumpul di halaman. Mereka pura-pura sibuk dengan aktifitas masing-masing. Sekitar satu meter dari tempat Dude bersembunyi. Tiba-tiba semua menyanyi lagu Panjang Umur. Nay pun kaget, lalu tertawa ceria.  Apalagi saat melihat Dude dengan perlahan keluar dari tempat persembunyiannya sambil membawa kue tart dengan lilin menyala. “Sumpah, aku sama sekali tidak curiga. Apalagi aku sempat shock dimarah-marahin dan di suruh ke sini. Padahal aku sedang makan,” ungkapnya ceria.

Meski dikerjai, Nay mengaku sangat gembira. Sebab banyak orang yang perhatian kepadanya. “Aku berterima kasih buat semuanya. Sebab aku belum pernah mendapat surprise party selain dari keluarga dan teman teman yang dekat,” kata Nay.

Lilin pun ia tiup, lalu kue tart dipotong. Potongan ketiga diberikan kepada Dude. Sebelumnya, potongan kue diberikan ke Sutradara Intan, Doddy Janas dan Co Sutradara Surya Lawu. Nay mengaku setelah usianya mencapai 19 tahun, ia ingin mengubah hal-hal yang kecil, namun dianggapnya buruk. “Seperti bangun siang, makan yang tidak teratur. Hal-hal itu yang ingin aku ubah setelah aku berumur 19 tahun,” harap Intan…(Nah lo, kok penulis  Genie jadi nyebut Intan, bukannya Nay…hahahah salah ketik yang sungguh dari hati, Intan sama ama Nay dipikirnya ya).

Lalu apa isi kado dari Dude yang satu lagi (kado kecil)?: Tidak satupun ada yang tahu, karena Nay sampai pulang syuting tidak membuka kado yang nampaknya special itu.

Source : Navy. Genie, Edisi Mei 2007
Koleksi & Author : Maest

DuNay on The News -InTan-


DUNAY di TeenMagazine – Kolom EXPOSE

credit : Teen Magazine & Maest

Sering Jaim-Jaiman …

Akting Natural Nay ikut memicu Dude tampil lebih yahud!

Hayooo ngakuu, kalau kamu denger alunan lagu “ruang rindu” nya Letto dibawah ini, jadi inget apa???

Di daun yang ikut mengalir lembut, terbawa sungai ke ujung mata. Dan aku mulai takut, terbawa cinta, menghirup rindu yang sesakkan dada… Jalanku hampa dan kusentuh dia. Terasa hangat oh di dalam hati. Kupegang erat dan kuhalangi waktu. Tak urung juga kulihatnya pergi…

Huehuehu…pasti deh kamu ingat sama sinetron Intan yang dibintangi Naysilla Mirdad dan Dude Harlino. Iya kaan? Ngaku aja deh…gak usah ngeles juga kalau saban sore kamu setia nongkrong di depan teve biar gak ketinggalan jalan ceritanya… Teen tau lho! Ceritanya emang seru siy buat disimak. Gak heran deh kalau kamu jatuh cinta sama sinetron yang tayang di RCTI setiap hari jam 18:00 WIB ini. Sekarang kita ngobrol-ngobrol yukk sama Nay en Dude!

Ni DuNay! Gimana nih perasaan kamu sinetron Intan dapet rating 1??

Dude (D) : Alhamdulillah sinetron ini bertahan di rating 1 selama 4 pekan. Ini semua berkat kerja keras seluruh tim produksi sinetron ini. Yang pasti gak lepas dari perhatian dan appresiasi dari penonton. Teamworknya solid. Di setiap sinetron, saya berusaha tampil total. Ini sungguh anugerah dari Allah.

Nay (N): Aku senang banget dan pastinya bangga. Gak nyangka aja sinetron yang aku bintangi ini bisa mencapai prestasi itu. Ini bukti dari hasil kerjasama tim produksi kami.

Respons yang kamu lihat langsung dari penonton gimana?

D : Heheh… banyak yang komplain ke aku lewat SMS di ponselku. Aku ditanya kapan nih nikahin Intan? Protes gitu deh. Trus banyak juga yang manggil aku Rado. Terutama ibu-ibu. Kalau aku mainnya bagus, gak sedikit yang kirim sms memunji aku. Kalau mainnya lagi ga bagus, banyak yang ngasih masukan.

credit : Teen Magazine & Maest

Main bareng Nay asyik gak? Chemistry-nya langsung dapet?

D : Kesan pertama Nay itu anaknya pendiam dan lugu. Jaim-jaiman juga siy, apalagi kami baru sekali dipasangkan di sinetron. Akupun demikian, gak gampang langsung akrab sama orang lain. Kami butuh 3-4 episode untuk beradaptasi, untungnya kami setiap hari ketemu di lokasi. Setelah kenal, aku salut akan bakat actingnya yang baik dan natural. Jadi saya terbawa untuk bermain baik.

Kalo kamu Nay? Ada kesulitan gak main sinetron bareng Dude?

N : asyik-asyik aja ya. Karena pada dasarnya Dude itu gampang beradaptasi jadi aku juga ngerasa langsung asyiik main sinetron bareng dia. Dia enak diajak ngobrol.

Sedekat apa sih kalian dalam Kehidupan sehari-hari?

N : lumayan dekat. Kami sering ngobrol, bercanda-canda, dan sering banget berencana untuk jalan jalan bareng tapi gak pernah terealisasi karena gak ada waktu. Hehehe…(yah gpp Nay, kan ada pepatah manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Lho?)

Ada kemungkin cinlok gak?

N : Wah, kalau saat ini sih kami Cuma teman tuh. Kami berusaha professional dalam bekerja lah. Tapi aku ga mau gegeabah sekarang bilangnya nggak tapi gak taunya nanti malah jadi. Aku jalani aja apa adanya. Semua udah ada yang ngatur kan? Sekarang ini kebetulan aku udah punya cowok…hehehe…

Ada pengalaman seru waktu syuting, De?

D : Saking banyaknya jadi lupa. Yang pasti beberapa puluh persen sifat Nay itu ada di Intan.

Kesibukan kami sekarang apa niy?

D : Selain Intan, aku lagi melibati 2 judul sinetron, yang satu bentar lagi tayang, yang satunya lagi proses syuting.

N : sekarang aku milih untuk focus di produksi Intan dulu. Untuk 1 sinetron in aja waktuku udah abis. Mungkin nanti kalau Intan udah selesai aku coba yang lain. Rencananya tahun ini aku mau daftar kuliah. Aku mau ambil bidang psikologi atau komunikasi.

Suka duka kamu main sinetron kejar tayang?

D : yang pasti hampir 90% waktu aku habis di lokasi syuting. Gak sempet deh jalan-jalan ma keluarga dan temen. Paling sampe rumah tidur, makan, mandi, terus berangkat lagi deh. Dalam sebulan paling Cuma 2kali bisa JJS bareng keluarga. Enaknya karena ini sinetron yang tayang setiap hari. Penonton dekat banget dengan kami. Hati mereka seperti terlibat erat.

N : karena dulu aku udah pernah main di sinetron Liontin yang kebetulan juga kejar tayang, jadi udah gak kaget lagi wkatu ikut dalam produksi intan. Udah kebayanglah akan seperti apa kesibukannya. Yang jelas siy lumayan menyita waktu.

Sama gak siy keseharian kamu dengan Rado?

D : hahaha…banyak nggaknya. Kalau Rado itu harus mendapatkan apa yang sudah dikejarnya. Cewek misalnya. Tapi kalau saya gak sengotot itu kalau ngejar cewek. Kalu belum ada ya bisa bersabar.

Kira-kira sifat kamu mirip gak siy sama Intan, Nay?

N : wah gak tau ya. Aku gak tau karena kan orang lain yang lebih bisa menilai. Tapi mungkin slebornya kali ya. (kalau mneurut Teen siy, Nay tuh  Intan banget. Sama sama ramah, baik dan peduli sama orang orang di sekitarnya). Sifat asliku tuh keras. Kalau lagi kesel biasanya aku diam. Biasanya sih suka nahan emosi, dipendam-pendam, tapi akhirnya meledak juga kalau udah ga kuat.

Apa siy yang bikin kalian tertarik bergabung di sinetron ini?

D : Patokan saya gampang. Selama Pak Leo (Bos Sinemart) bilang sinetron ini bagus, langsung saya gak pake piker panjang lagi. Contohnya waktu aku disaranin main di Cincin. Luar biasa respons dari penonton. Setelah ditawari Pak Leo, saya juga membaca script. Biar lebih dapet feelnya, aku konsultasi ke sutradara.

N : Waktu masih syuting Liontin pernah dikasih tau siy aku akan dilibatkan dalam sebuah produksi baru tapi nggak tau kalau itu sinetron Intan. Waktu dapat tawaran itu, aku langsung suka karena tokoh Intan kan kocak, agak lemot, lugu dan kayaknya seru aja kalau aku coba memerankannya. Ceritanya pun bagus. Jadi ya aku terima tawaran itu. Sebelumnya aku sama sekali nggak tau bahwa lawan mainku Dude.

Sip deh, terakhir ya. Kalau lagi break, activitias apa siy yang biasa kamu lakukan?

D : Tidur. Soalnya syuting kan seharian penuh. Kalau ga saya membaca buku atau membaca naskah episode-episode mendatang.

N : Tidur, makan, baca-baca majalah atau ngobrol2 deh.
baca selanjutnya ….( 2)

Mengenang INTAN di Ruang Rindu…


14 Februari 2010 !!

Orang-orang sering merayakannya sebagai Hari Kasih Sayang 🙂   Walau sebenernya kasih sayang ituh harusnya setiap hari kita berikan pada semua orang, ahahahaha…apa coba 😀

Tapi benerkan??sesama makhluk ciptaan Tuhan kita harus saling menyayangi…saling menghargai terutama menghargai setiap aspirasi dan keinginan orang lain!! Karena ga semua orang punya misi dan visi yang sama!! 🙂

Yahh udah…intronya segitu ajah!! Soulmate gw udah ngasah golok, wkakakak…katanya kelamaan ngomong-ngomong  gak jelasnya :D, padahal jujurnya sihh…intro dibikin panjang biar ilustrasinya keliatan buanyaakk, akakakak…Uppss…kayak ada yg ngelus-ngelus  pake benda tajaammm :D.

Pada moment Hari Kasih Sayang inilah…Blog CF berinisiatif mengeluarkan Page Memori tentang Sinetron INTAN yang pernah tayang di RCTI OKeh lebih kurang pada Tanggal 6 November 2006 (hihihihi…lirik-lirik yang ngasi info karna takut dikepret :D).

Kenapa punya inisiatif seperti itu?? Apa sih Sinetron INTAN itu?? Kenapa harus dikenang?? Apa yang ngebedain sinetron ini dengan sinetron-sinetron lainnya yang begitu banyak tayang di layar televisi kita??

Selaku DuNay Lovers sejati, yang begitu menyenangi duet akting Dude Harlino dan Naysilla Mirdad, tentu saja layak untuk mengenang Sinetron yang pernah begitu Fenomenal di akhir Tahun 2006 dan awal tahun 2007 itu!! Karena berawal dari Sinetron inilah…mulai berangsur tumbuh komunitas DuNay Lovers!!wkwkwkwk…tapi masih dalam sebuah ruang yang belum terlihat yaitu RUANG RINDU :D.  Semua itu tumbuh dengan sendirinya…karena kekaguman melihat duet akting mereka…dan chemistry yang begitu kuat yang berhasil mereka berdua ciptakan!!Hmm…


Apalagi mengingat inilah satu-satunya sinetron DuNay yang benar-benar di plot khusus buat mereka, dan didukung pula dengan alur yang kuat dan tidak membosankan, serta pemain-pemain pendukung yang hebat!! :).  Kita kangen banget dengan sinetron mereka yang seperti ini!! Apakah keinginan kita selaku DuNay Lovers berlebihan?? Apakah keinginan kita ini terkesan memaksa?? Atau mungkin mengganggu?? Karena kita disini sama sekali tidak bermaksud seperti itu :)…kita semua cinta damai koq!!(lirik2 Sinemart dan RCTI, so Sinetron DuNay nya PLIZZ 😉 wkakakaka…sempet2nya request!!)

Page memori ini juga untuk mengisi kekosongan kita selama belum adanya Sinetron DuNay kembali!! Seperti biasaaa Blog CF  “diusahakan” ga ada matinya, bertahan semampu  kami dan  akan dengan sabar menunggu…hope so!

Maju Terus Pantang Mundur!! Dan yang lebih penting lagi…untuk tetap selalu memupuk rasa persahabatan dan kasih sayang yang telah terjalin diantara DuNay Lovers di Blog/Group FB  atau dimana pun DuNay lovers berada… karena kita tumbuh dari perbedaan, masing-masing pribadi yang unik!!ciee…ciee…I Lop you full dah buat temen2 semua!!

Jadi itulah sedikit alasan2 kenapa Page Memori kita buat, untuk alasan lainnya…ntar dibahas dikit di Page Memorinya, akakakak…puyeng2 dah 😀

O iyah jangan lupaaa…Page Memori itu butuh kerjasama kalian yah, mari kita saling berbagi kenangan2 yang masih terekam dengan baik tentang Sinetron INTAN!! Ditunggu partisipasinya!! Cayooo 😀

note : dibuat per beberapa episode 🙂

to be continued

Bookmark and Share